Gempa bumi Nepal 2015 (juga disebut Gempa bumi Himalaya) adalah sebuah gempa bumi berkekuatan 7,8 (Mw) yang terjadi pada pukul 11:56 NST (6:11:26 UTC) pada Sabtu 25 April 2015, dengan episenter sekitar 29 km (18 mi) dari timur tenggara Lamjung, Nepal, dan pusat gempa di kedalaman sekitar 15 km (9.3 mi). Peristiwa tersebut merupakan gempa bumi paling kuat yang mengguncang Nepal sejak gempa bumi Nepal–Bihar 1934. Setidaknya 8,947 orang diketahui tewas akibat dari gempa bumi tersebut yang dikabarkan mengguncang Nepal dan beberapa wilayah India Utara, Tiongkok, dan Bangladesh. Bangunan-bangunan yang berusia berabad-abad hancur di Situs Warisan Dunia UNESCO di Lembah Kathmandu, termasuk beberapa bangunan di Alun-Alun Kathmandu Durbar dan menara Dharahara di Kathmandu.

Gempa bumi tersebut terjadi pada 25 April 2015 pada pukul 11:56 NST (6:11:26 UTC) di kedalaman sekitar 15 km (9.3 mi), dengan episenternya sekitar 34 km (21 mi) dari timur tenggara Lamjung, Nepal, yang berlangsung sekitar dua puluh detik. Gempa bumi awalnya di laporkan berkekuatan 7.5 Mw dari United States Geological Survey (USGS) sebelum di revisi menjadi 7.8 Mw. China Earthquake Networks Center (CENC) melaporkan gempa berkekuatan 8.1 Mw. India Meteorological Department (IMD) menyebutkan dua gempa kuat berada di Nepal pada pukul 06:11 UTC dan 06:45 UTC. Gempa pertama di ukur 7.8 Mw dan berpusat berjarak 80 km Baratlaut Kathmandu, ibu kota Nepal. Gempa kedua cukup kuat berkekuatan 6.6 Mw. Terjadi di 65 km (40mi) Timur Kathmandu dengan kedalaman 10 km. Lebih dari lima puluh gempa susulan berkekuatan 4.5 Mw atau lebih pasca gempa utama berkekuatan 7.8 Mw dan 6,6 Mw.

 

Intensitas Getaran

Menurut “Did You Fel It?” (DYFI?) di situs website USGS, intensitas getaran di Kathmandu mencapai IX MMI (Keras). Getaran terasa hingga negara tetangga di antaranya negara bagian India seperti Bihar, Uttar Pradesh, Assam, West Bengal, Sikkim, Jharkhand, Uttarakhand, Gujarat hingga ibu kota India yaitu New Delhi dan selatan Karnataka. Banyak Bangunan mengalami penurunan ke bawah di Bihar, retakan kecil pada tembok rumah di laporkan di Odisha. Gempa kecil dirasakan di Kochi di Selatan negara bagian Kerala. Intensitas getaran di Patna mencapai V MMI (Sedang). Intensitas getaran IV MMI (Ringan) di Dhaka, Bangladesh. Gempa juga di rasakan di baratdaya Tiongkok mulai dari Tibet hingga Chengdu, yang berjarak 1,900 km (1,200 mi) dari epicenter. Getaran juga terasa di Pakistan dan Bhutan.

 

Gempa Bumi Susulan

Gempa bumi susulan besar bekekuatan 6.7 Mw terjadi pada 26 April 2015 di lokasi sama pada pukul 12:55 NST (07:09 UTC), belokasi di 17 km (11 mi) selatan Kodari, Nepal. Gempa bumi susulan menyebabkan longsoran salju baru di gunung Everest dan dirasakan banyak tempat di Utara India seperti Kolkata, Siliguri, Jalpaiguri dan Assam. Gempa bumi susulan menyebabkan tanah longsor di Jalan Raya Koshi yang memblokir sebagian jalan di antara Bhedetara dan Mulghat. Gempa susulan juga melanda Tibet dengan kekuatan 5.9 Mw terjadi pada 25 April 2015, pukul 15:02 NST. Puluhan rumah di Tibet mengalami kerusakan. 20 orang tewas dan 58 orang cedera.

 

Gempa Bumi 12 Mei 2015

Gempa bumi besar kedua terjadi pada 12 Mei 2015 pukul 12:51 NST berkekuatan 7.3 Mw berlokasi 18 km (11 mi) Tenggara Kodari. Episenter gempa dekat dengan Tiongkok perbatasan antara ibu kota Kathmandu dengan Gunung Everest dengan kedalaman 18.5 km (11.5 mi). Gempa terjadi di patahan yang sama seperti gempa utama 7.8 Mw 25 April 2015 tetapi lebih jauh ke timur. Namun, tetap dianggap sebagai gempa bumi susulan dari gempa 25 April lalu. Getaran juga di rasakan bagian utara India termasuk Bihar, Uttar Pradesh, West bengal dan negara bagian India lainnya. Setidaknya 153 orang tewas di Nepal setelah gempa bumi susulan dan hampir 3,500 orang terluka. 62 orang tewas di India dan 1 orang tewas di Tiongkok.

 

Dampak

Terdapat setidaknya lebih dari 8,947 korban tewas dan lebih dari 23,000 korban luka-luka. Setidaknya 8,786 orang tewas dan 22,304 orang luka-luka di Nepal sementara 130 orang tewas dan lebih dari 560 orang luka-luka di negara bagian India Uttar Pradesh, Bengal Barat, Sikkim dan Bihar, 27 orang tewas dan 383 orang luka luka di Tiongkok dan Tibet dan 4 orang tewas dan 200 orang luka luka di Bangladesh. Bangunan-bangunan di Situs Warisan Dunia UNESCO Alun-Alun Kathmandu Durbar dikabarkan runtuh, termasuk menara Dharahara, yang dibangun pada 1832, menewaskan setidaknya 400 orang, dan Kuil Manakamana yang terletak di Gorkha.

 

 

 

Longsoran salju gunung Everest

Akibat Gempa bumi banyak terjadi Longsor salju di Gunung Everest. Setidaknya 19 orang tewas, termasuk eksekutif Google Dan fredinburg, dengan setidaknya 120 orang terluka atau hilang.

Tanah longsor Lembah Langtang

Longsor di Lembah Langtang yang berlokasi di Taman nasional Langtang mengakibatkan sedikitnya 329 orang di laporkan hilang setelah salju longsor di desa Ghodatabela[21] dan desa Langtang. Longsoran salju di perkirakan memiliki lebar dua hingga tiga kilometer. Desa Ghodatabela adalah tempat populer untuk rute mendaki dari Langtang.[22].Desa Langtang Hancur akibat longsoran salju. 300 orang di perkirakan tewas di pemukiman kecil di pinggiran Desa Langtang yang terkubur selama gempa bumi seperti Chyamki,Thangsyap dan Mundu. 12 penduduk lokal dan 2 warga Asing selamat. Pada tanggal 6 Mei di umumkan bahwa 60 mayat telah ditemukan, sembilan di antaranya warga asing.

 

Kerusakan

Puluhan ribu bangunan mengalami kerusakan di Beberapa distrik di Nepal, seluruh desa rata dengan tanah, terutama di dekat epicentrum gempa.[24] Bandar Udara Internasional Tribhuvan,Nepal di tutup pasca gempa bumi, Bandara hanya di buka untuk pesawat yang membawa bantuan kemanusian, beberapa hari kemudian, Bandara di buka untuk beberapa pesawat komersial pada tanggal 3 mei Bandara kembali ditutup untuk pesawat besar karena landasan pacu mengalami kerusakan akibat gempa bumi susulan. Banyak gereja di Kathmandu runtuh. Pada hari sabtu adalah hari utama beribadah untuk umat kristen di Nepal, 500 orang di laporkan tewas akibat tertimpa reruntuhan gereja. Beberapa Pagoda di Durbar square Kathmandu, Situs Warisan Dunia UNESCO runtuh. Menara Dharahara di pusat kota Kathmandu runtuh. 400 orang dilaporkan tewas, mayoritas korban tewas adalah Warga Asing yang sedang berwisata di menara Dharahara. Kuil Manakamana di Gorkha,Nepal juga runtuh. Sisi utara Janaki Mandir di Janakpur, Nepal mengalami kerusakan. Banyak kuil termasuk Kasthamandap, kuil Panchtale, Basantapur Durbar, kuil Dasa avtar runtuh.

 

Penyelamatan dan bantuan

Sekitar 90 persen tentara dari Angkatan darat Nepal di kirim ke daerah-daerah yang di landa pasca gempa di bawah operasi Sankat Mochan, dengan relawan di kerahkan dari negara lain. Hujan dan Gempa bumi susulan menjadi faktor penghambat penyelamatan. Potensi tanah longsor dan bangunan runtuh menjadi keprihatinan para penyelamat. Jalanan yang dilalui dan infrastruktur komunikasi mengalami kerusakan menimbulkan tantangan besar dalam penyelamatan. Pada 1 Mei 2015, lembaga bantuan Int ernasional seperti Dokter Lintas Batas dan Palang Merah mulai mengevakuasi korban yang terluka dan,kritis menggunakan Helikopter dari daerah terpencil. Ada khawatiran berbagai macam penyakit karena kurangnya air bersih dan kurangnya toilet. Para tim sar mendeteksi korban yang masih hidup dan terperangkap dalam reruntuhan menggunakan alat pendeteksi detak jantung canggih, dan menyelamatkannya. Para korban terperangkap reruntuhan bangunan sedalam 10 kaki di desa Chautara,utara Kathmandu. Para tim penyelamat dari berbagai negara menggunakan perangkat finder untuk mendeteksi korban di reruntuhan bangunan. Sebuah Helikopter Marinir Amerika serikat Jatuh pada 12 Mei 2015, helikopter tersebut mengangkut pasokan bantuan untuk korban gempa nepal di daerah terpencil. Kecelakaan terjadi di Charikot, sekitar 45 miles (72 km) timur Kathmandu. Dua tentara Nepal dan 6 tentara Amerika tewas dalam kecelakaan.

 

Iklan