2.1. Maksud Percobaan

  1. Mengetahui profil dan karakteristik lapisan tanah dan muka air tanah.
  2. Mengetahui kedalaman untuk pengambilan contoh tanah asli (UDS)dan tidak asli (DS).
  3. Mengumpulkan informasi/data untuk menggambarkan profil tanah.
  4. Mengambil contoh tanah dalam keadaan asli (UDS) untuk penelitian laboratorium.

 

2.2. Metode Pemboran

  1. Wash Drilling (bor dengan air)

Alat ini merupakan peralatan yang paling primitif yang biasa digunakan dalam pemboran dengan air (Mohr 1943).

  1. Rotary Drilling

Gambaran pokok rotary drilling dengan pemboran dengan air, hanya saja batang bor dan mata bor diputar secara mekanik ketika pembuatan lubang dilakukan. Mata bor memiliki wadah air tempat keluarnya air dari mata bor masuk ke dalam ruang di luar mata bor. Penekanan batang ketika sedang berputar dikerjakan secara mekanik dan hidraulik. Batang tersebut diganti dengan tabung sample tanah bilamana diinginkan pengambilan contoh.

  1. Auger Drilling

Pemboran yang dangkal biasanya acapkali dikerjakan dengan auger. Cara kerjanya, auger dibenamkan tak seberapa ke dalam tanah dan selanjutnya ditarik beserta tanah yang melekat padanya. Tanah tersebut diambil untuk diteliti, auger tersebut kembali dimasukkan ke dalam tanah dan kemudian diputar ke bawah.

 

2.3. Peralatan

Ø  Mata bor ( Iwan besar / kecil )

Ø  Pipa bor yang dapat disambung, panjang 1 meter

Ø  Tangkai pemutar dan kunci pipa

Ø  Tabung contoh dengan penutup

Ø  Cawan ( container ) untuk penentuan kadar air

Ø  Sendok spesi, spatula besar, dan alat – alat sejenis

Ø  Rol meter, palu ( 5 kg ) dan balok kayu ( 4x6x60 cm )

Ø  Tempat untuk contoh tanah terganggu ( karung plastic )

 

2.4. Prosedur Percobaan

  1. Menentukan lokasi yang akan diambil contohnya serta membersihkan permukaannya dari rerumputan atau benda – benda lainnya.
  2. Merangkai mata pengarah dengan pipa bor serta tangkai pemutar.
  3. Menancapkan rangkaian tersebut di atas (b) pada lokasi (a) dan diputar searah jarum jam sampai kedalaman 30 cm.
  4. Mencabut dan mengganti dengan mata bor ( Iwan besar / kecil )
  5. Meneruskan galian sampai kedalaman yang ditentukan, serta mencatat tiap terjadi perubahan warna dan jenis tanah, dan juga kedalamannya.
  6. Meletakkan hasil galian di atas tanah secara memanjang untuk mengetahui perubahan warna dan jenis tanah, serta mengambil kadar air asli pada tiap 50 cm.
  7. Mengganti mata bor tiap kedalaman yang ditentukan tercapai dengan conector + tabung yang diolesi dengan oli / vaselin.
  8. Memasukkan kembali alat bor ke dalam tanah dan mengukur dari suatu datum setinggi 20 cm dan memberi tanda.
  9. Memukul tangkai pemutar dengan menggunakan palu yang diletakkan di atas balok sampai batas yang dibuat tepat pada datum.
  10. Memutar tangkai pemutar dan mengangkatnya, kemudian melepaskan tabung dari conectornya dan menutupnya serta memberi label identifikasi, dan memasang tabung yang lain kemudian melakukan (g), (h), (i), dan (j).

 

2.5. Data Hasil Pengujian

Pengujian dilaksanakan pada :

Tanggal/bulan/tahun                :

Waktu                                     :

Lokasi                                     :

Cuaca                                      : Cerah

Tim Pelaksana                         : Kelompok 1

 

 

 

 

 

 

Lokasi : Kampus UNSIMAR
Tanggal Percobaan : 10 Juli 2012
Kedalaman Tanah : 1.15 m
Pengamilan sampel : 0.0 m – 1.15 m

Tabel Hasil Pengujian Hand Boring

Depth (m) Jenis Tanah Warna Kondisi Kekuatan Profil
0.00 Pasir Agak coklat Lepas Agak lunak
0.20 Pasir kelempungan Coklat Homogen Agak lunak
0.40 Pasir kelempungan Coklat Homogen Agak lunak
0.60 Pasir kelempungan Coklat Homogen Agak lunak
0.80 Pasir kelempungan Coklat Homogen Agak lunak Tabung Sample
1.00 Pasir kelempungan Coklat Homogen Agak lunak
1.20 Lapisan agak kepasiran Coklat kehitaman Homogen Lunak
1.40 Lapisan agak kepasiran Coklat kehitaman Homogen Lunak
1.60 Lapisan agak kepasiran Coklat kehitaman Homogen Lunak
1.80 Lapisan agak kepasiran Coklat kehitaman Homogen Lunak
2.00 Lapisan agak kepasiran Coklat kehitaman Homogen Lunak
2.20 Lapisan agak kepasiran Coklat kehitaman Homogen Lunak
2.40 Lapisan agak kepasiran Coklat kehitaman Homogen Lunak
2.60 Lapisan agak kepasiran Coklat kehitaman Homogen Lunak
2.80 Lapisan agak kepasiran Coklat kehitaman Homogen Lunak
3.00 Lempung agak  kelanauan Hitam keabuan Homogen Lunak
3.20 Lempung agak  kelanauan Hitam keabuan Homogen Lunak
3.40 Lempung agak  kelanauan Hitam keabuan Homogen Lunak
3.60 Lempung agak  kelanauan Hitam keabuan Homogen Lunak
3.80 Lempung kelanauan Hitam keabuan Homogen Lunak
4.00 Lempung kelanauan Hitam keabuan Homogen Lunak
4.20 Lempung kelanauan Hitam keabuan Homogen Lunak
4.40 Lempung kelanauan Hitam keabuan Homogen Lunak
4.60 Lempung kelanauan Hitam keabuan Homogen Sangat lunak
4.80 Lempung kelanauan Hitam keabuan Homogen Sangat lunak
5.00 Lempung kelanauan Hitam keabuan Homogen Sangat lunak
5.20 Lempung kelanauan Hitam keabuan Homogen Sangat lunak
5.40 Lanau Hitam Homogen Agak lunak
5.60 Lanau Hitam Homogen Agak lunak
5.80 Lanau Hitam Homogen Agak lunak
6.00 Lanau Hitam Homogen Agak lunak

 

Iklan